Kisah Seorang Nelayan di Purirano

Ini adalah cerita saat saya bertemu dengan nelayan di purirano. Keadaan mereka penuh dengan ketidakadilan.

Kenangan di Puncak Terindah Buton Selatan

Ini adalah bentuk penghayatan, akan indahnya alam. Olehnya itu, alam harus dijaga dengan baik agar kita hidup dalam penuh damai dan tentram.

Menggeluti Ilmu di Perguruan Tinggi

Bersama dengan ilmu pengetahuan kita dapat maju, bergerak dan bersaing dengan pihak-pihak lain. Mari, kita dahulukan pendidikan kita.

Sebuah Perjalanan di Muna Barat

Kami mencari keadilan atas masyarakat yang selama ini teralienasi. Lahan-lahan mereka dipermainkan oleh elit-elit desa, mengeruk keuntungan dengan membodohi masyarakat. Kami menolak dan melawan.

Mencari Keindahan di Danau Maleura

Di danau ini, ada panorama keindahan, yang membuat pengunjung sangat menikmati suasana. Hawa dingin dan air yang jernih dan terdapat banyaknya gua-gua. Ini keren kan. Adanya hanya di Muna.

15 Juli 2016

Potensi Wisata Pantai di Muna, Perlu Keseriusan Pengelolaan

Pantai Maleura di Kabupaten Muna: Sumber Foto Salim.

Salah satu kunjungan masyarakat untuk menikmati libur panjang biasanya dengan melakukan liburan ke pantai. Sebagian masyarakat menilai bahwa liburan ke pantai merupakan suatu momen yang indah, dimana keluarga bersukacita dengan menikmati pemandangan laut yang begitu menawan. Namun hal itu tentunya bukan saja masyarakat lokal yang menikmati libur panjang di pantai tersebut, namun biasanya juga dari berbagai mancanegara. Lihat saja misalnya di Bali dengan pantai Kuta-nya yang banyak dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan dari berbagai negara. Pantai di Wakatobi dengan berbagai macam kekayaan alam lautnya, dapat menarik berbagai wisatawan mancanegara. Selain itu juga dijadikan sebagai pusat penelitian alam bawah laut oleh para peneliti di berbagai negara.
Potensi wisata seperti pantai, sebenarnya bisa mendapatkan pendapatan daerah jika dapat dikelola dengan baik. Hal itu tentunya harus didukung atau ditunjang dengan adanya sarana dan prasarana seperti jalan raya, penginapan dan lain sebagainya. Maka dengan adanya ketersediaan diatas, keperluan dan kenyamanan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik. Banyak daerah-daerah yang memiliki potensi wisata yang dapat dikunjungi oleh masyarakat lokalnya sendiri maupun dari mancanegara tak terkecuali di Kabupaten Muna. Pengelolaan wisata tentunya sangat penting disini agar dapat menarik perhatian masyarakat dunia.
***
Di Kabupaten Muna ini, juga terdapat beberapa potensi wisata yang sangat menarik dan juga dikunjungi oleh beberapa wisatawan mancanegara untuk melakukan penelitian seperti negara Australia, Amerika Serikat, dan juga Kanada. Potensi wisata itu seperti Pantai Maleura, Pantai Napabale, dan Pantai Walengkabola.
Salah satu pengunjung Pantai Maleura: Sumber Foto Salim.
Pemandangan Pantai Maleura: Sumber Foto Salim.

Di Pantai Maleura dan Napabale lokasinya saling berdekatan. Dua pantai ini hanya terpisahkan oleh batu karang yang besar dengan rerimbunan hutan lebat, yang membentang dari Timur ke Barat. Khusus di pantai Maleura dan Napabale terdapat gua-gua yang terletak di pinggir-pinggir laut. Pantainya cukup bersih dan airnya sangat jernih. Saya melihat banyak masyarakat yang berkunjung, dan menikmati pemandangan alam di sisni. Untuk orang-orang Australia, Amerika Serikat dan Kanada datang bukan saja untuk berwisata dan menikmati libur mereka, namun juga melakukan penelitian di dalam gua-gua tersebut.
Wisatawan Mancanegara di Pantai Napabale Kabupten Muna: Sumber Foto Salim.
Pemandangan Pantai Napabale: Sumber Foto Salim.
Namun untuk sarana infrastruktur jalan yang menuju pantai Maleura dan Napabale suda cukup memadai. Jalanannya bukan lagi pengerasan tanah dan batu-batu, namun suda di aspal. Masyarakat setempat mengatakan bahwa pengaspalan jalanan tersebut baru dilakukan beberapa bulan yang lalu. Pikirku, mungkin ini sama dengan jalanan yang dikampung, di aspal ketika dekat-dekat Pemilihan Bupati. Yang kurang adalah penginapan dan vila yang kurang terawat dengan baik. Meskipun demikian, masyarakat tetap banyak mengunjungi tempat wisata yang menjadi favorit di Kabupaten Muna ini.
Sementara itu, pantai Walengkabola masih dimarjinalkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Muna. Pantai ini terdapat dibagian Utara Kabupaten Muna tepatnya di bagian Wakuru. Walengkabola merupakan perkampungan yang terdapat dipinggiran pantai. Disini juga terdapat pasar lelang ikan. Biasanya ikan hasil tangkapan nelayan, langsung dijual dipasar pinggir laut ini. Namun pasarnya terlihat sangat tidak terawat dan sangat tidak bersih. Hal ini tentunya dikarenakan jalanannya masih dalam bentuk pengerasan tanah dan batu-batu, tidak dilakukan pengaspalan.
Pantai Walengkabola
Beberapa Pengunjung di Pantai Walengkabola
Yang memprihatinkan adalah sarana dan prasarana seperti infrastruktur jalan yang sama sekali tidak memadai. Masyarakatnya tidak menikmati aspal yang baik, bahkan suda bertahun-tahun jalanan tersebut tidak pernah dikenai aspal. Sama halnya dengan penginapan, sama sekali tidak ada. Hal lainnya juga adalah vilanya yang suda rusak karena tak pernah dirawat dengan baik. Pantainya cukup indah dan mempunyai pemandangan yang sangat menarik, diapit oleh Buton Tengah dan Buton, namun disamping laut terdapat sampah-sampah plastik, pertanda bahwa lautnya tidak dirawat dan dibersihkan.
***
Inilah kondisi wisata Kabupaten Muna. Seharusnya pemerintah daerah Kabupaten Muna harus berperan aktif untuk mengelolah, melakukan edukasi terhadap tempat-tempat wisata tersebut untuk kemudian dapat menjaga kelestarian alam bawah lautnya. Meskipun tidak sekaya seperti pantai Wakatobi, namun kebersihannya harus tetap dijaga dengan baik. Initnya adalah harus ada eksplorasi terhadap wisata pantai tersebut agar tetap dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun mancanegara.
Khusus pantai di Kabupaten Muna, seperti Maleura, Napabale dan Walengkabola suda menjadi favorit kunjungan masyarakat lokalnya sendiri. Biasanya ini dilakukan pada saat momen libur panjang seperti selesai lebaran Idul Fitri dan juga biasanya lebaran Idul Adha. Ini suda menjadi tradisi masyarakat sesuda lebaran, menikmati pantai bersama dengan keluarga. Dari beberapa pantai ini saya cukup terkesan bahwa masyarakat setiap tahun tetap memenuhi kunjungan wisata di tiga pantai ini, meskipun jalanannya rusak parah, tidak ada penginapan dan vila yang tidak terawat.
Sahabat-Sahabat Yang Mengunjungi Pantai Walengkabola
Wanita Cantik Yang Mengunjungi Pantai Walengkabola
Dua Perempuan Cantik di Pantai Walengkabola
Dengan hal itu, tentunya pemerintah daerah Kabupaten Muna harus tetap memberikan perhatian terhadap potensi wisata pantai tersebut. Idealnya pemerintah daerah harus memberikan akomodasi yang baik dari segi infrastruktur jalan, penginapan, pengelolaan vila dan juga pantainya. Ini penting untuk kelangsungan wisata pantai agar tetap terjaga dan dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
***
Saya melihat di Kabupaten Muna masih begitu ketinggalan dari berbagai segi, jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Bukan saja penataan potensi wisata pantainya, namun juga penataan kondisi kotanya yaitu seperti yang terdapat di Kota Raha. Di Kota Raha (seperti kebanyakan orang menyebutnya) terdapat pasar Laino yang tidak terkelola dengan baik. Sampah menggunung, sehingga bau busuk menyusur tempat tinggal warga dan yang ada dijalan raya. Hal ini terkesan ada pengabaian oleh birokrasi pemerintah daerah karena disibukan oleh pilkada yang tak kunjung selelsai. Birokrasi lebih memperhatikan situasi pilkada yang suda selesai PSU jili II, namun mengabaikan kebersihan penataan Kota Raha.
Selain itu, pelayanan birokrasinya yang tidak efektif, tidak akuntabel dan selalu menyalahi aturan. Misalnya saja pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) terkesan ada pelanggaran disitu. Pengurusan KTP tidak dipungut dengan biaya sepersen pun, namun pegawainya menetapkan, jika membayar uang maka si pembuat KTP tidak perlu mengantri dan bisa diambil pada hari itu. Namun jika tidak, maka dipersilahkan untuk menunggu beberapa hari. Memang tidak tertulis seperti diumumkan, tetapi dari masyarakat yang mengurus kadang merasa tidak adil karena mendapatkan ada orang-orang yang dimintai untuk membayar jika tidak ingin mengantri atau menunggu.
Tentunya bukan saja ini, masih banyak lagi yang perlu dibenahi pemerintah daerah. Namun apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa pemerintah daerah Kabupaten Muna harus tetap berkomitmen, bersama dengan semua stakeholder untuk memajukan daerah, demi mencapai kesejahteraan masyarakat kecil secara keseluruhan. Intinya, jangan ada permainan dibelakang pintu tertutup, karena ini akan berakibat fatal pada legitimasi masyarakat. Semua harus transparan, akuntabel dan selalu mendahulukan partisipasi dari semua kalangan atau seluruh stakeholders, agar kemudian yang namanya kesejahteraan rakyat yang selama ini sama sekali masih jauh dapat mendekat dan dapat dicapai. Idelanya, pemerintah daerah Kabupaten Muna harus mengelola pemerintahannya dengan secara jujur, terbuka, bertanggungjawab, dan selalu mengutamakan partisipasi publik serta kepentingan rakyat kecil bukan rakyat yang ada dalam jajaran birokrasinya.
Yang perlu digaris bawahi bahwa pemerintah daerah jangan hanya terbuai nafsuh untuk terus membangun, namun kemudian malas untuk merawatnya. Meskipun kebanyakan pemerintah daerah seperti itu. Ada sifat ego yang mengatakan seperti ini, “buat apa saya memperbaiki dan membangun kembali, itu kan bukan dari saya tapi dari pemerintah sebelum saya”. Ego yang seperti ini perlu dihilangkan, karena bukan bersifat membangun atau mensejahterakan rakyat, namun sifatnya seperti kompetisi dalam satu tim sepakbola. Dan hal seperti ini tidak baik, yang kita dapat tentu bukan kemenangan, namun kekalahan karena ego individu untuk mendapatkan pengakuan.


                                                                                       Muna, 8 Juli 2016
                                                                                       Laode Halaidin

Maaf, Saya Sarjana Karena Ibu

Meraih gelar sarjana adalah suatu kebanggaan bagi saya dan juga Ibu saya. Selama ini saya hidup dalam kesulitan karena keterbatasan biaya kuliah dan selalu mengharap kepada Ibu untuk selalu membantu saya. Hari ini saya telah terbebas dari semua yang membebani Ibu. Bebas dari bantuan Ibu, yang selalu tak lupa mengirimkan uang tabungan yang selama ini terkumpul. Saya bangga dan bahagia karena saya akan menjalani suatu kehidupan yang baru, tidak akan memberatkan Ibu dan tidak  akan bergantung kepada siapa-siapa lagi. Sarjana yang saya peroleh adalah atas kerja keras Ibu dan selalu untuk Ibu.
Semoga gelar sarjana ini, akan membawah berkah dan kebahagiaan buat Ibu.
***
Dikampung halaman, orang-orang selalu menanyaiku tentang bagaimana titel sarjana dapat saya peroleh. Orang-orang kadang merasa tak percaya bahwa saya bisa menggapai ini. Alasan mereka sederhana, kami tak punya apa-apa. Ini memang benar saya dan Ibu tak punya kekayaan. Kami hanya punya semangat dan kerja keras, serta optimisme yang tinggi tentang masa depan. Belajar adalah tugas saya dan masa depan yang baik adalah suatu tantangan yang perlu digapai. Sedangkan Ibu, selalu ada, kapan, dimana dan bagaimanapun keadaan saya. Itulah yang tertanam dalam diri, kemanapun saya memijakan kaki ini melangkah.
Saya teringat pepatah dalam bahasa Muna mengatakan “komara-marasaia, omarasaigho, fekamara-marasai pomarasaingho”. Pepatah ini ingin mengatakan bahwa jika kita manusia tidak menginginkan bersusa-susa hari ini, kita akan susa dikemudian haru, sebaliknya jika berusa-susa hari ini, dikemudian hari kita tidak akan mengalami kesusahan. Janganlah bersusa-susa hari ini, agar kamu kesusahan, dan bersusa-susalah agar kamu tidak kesusahan.
Inilah nujuman hidup yang saya pegang. Tidak ada kesuksesan didapat tanpa rintangan, tidak ada keberhasilan didapat tanpa ada berbagai kegagalan, dan tidak ada pencapaian yang tinggi dalam hidup tanpa kerja keras. Semua itu butuh waktu, komitmen, dan keteladanan. Berani melangka adalah sikap pahlawan, berdiam diri ditempat yang dianggap sikap seorang pecundang.
Oleh karena itu, titel kesarjanaan saya bukan atas bantuan biaya dari orang lain seperti kakak kandung atau kakak Ipar laki-laki yang selama ini saya dengar. Ini adalah berkat Ibu saya dan kerja kerasku dalam menyelesaikan studiku. Bukan seperti kata orang-orang bahwa saya sarjana karena bantuan uang kakak Iparku yang mempunyai banyak gaji. Itu sama sekali tidak benar. Saya tak pernah mengharap dari mereka, diberikan, mendapatkan dari mereka dan menerima dari mereka. Saya hanya menerima dari Ibu dan atas kerja kerasku sendiri. Jadi semua karena Ibu yang saya cintai, bukan orang lain.
Maaf, tulisan ini hanya meluruskan isu-isu yang beredar di kampung, yang selama ini merasa tidak nyaman karena informasi yang tidak penting itu.
                                                                                                         La Ode Halaidin

01 Juli 2016

Sedih Lihat Muna, Eee Mati Ketawa!

Saya sedih ketika mendengar Muna. Saya pun ketawa ketika mendengar Muna. Mungkin gila, tapi sesungguhnya tidak. Yang gila itu adalah orang-orang yang ingin berkuasa. Lantaran nafsu itu, namun tak tau bagaimana cara membangun suatu daerah, mereka terdorong terus demi sebuah kekuasaan. Mungkin saja nafsu itu hanya untuk memperkaya diri dan keluarga lalu membiarkan Muna sempoyongan.

Saya menyaksikan Muna di Kendari, sedih dan juga ketawa. Bangga tapi tidak. Itulah yang saya perhatikan.
Pilkada seperti paket kebijakan. Setelah jilid 1, kemudian jilid 2, tidak puas dengan itu kemudian jilid 3. Orang-orang yang menginginkan itu bukan tanpa alasan, katanya demi keadilan, banyak pelanggaran dibuat. hehehe...
Mereka mengharapkan sebuah demokrasi dengan sempurna. Mana ada demokrasi sempurna. Demokrasi itu hanya sistem yang didalamnya penuh dengan dinamika. Orang-orang yang rasional mengatakan, ketika ada pelanggaran berat terhadap pilkada tersebut maka mari kita gugat di MK. Jika tidak terlalu, ya sudah letakan tangan didada, lesungkan muka yang merah kemarahan itu lalu marilah kita bersama-sama membangun Muna yang lebih baik.
Kenapa Muna yang lebih baik, karena Muna hari ini belum baik. Kita membayangkan perjalanan pilkada di Muna hari ini dari tanggal 9 Desember 2015 sampai dengan Juni 2016. Itu suda memakan waktu 6 bulan dan belum ada keputusan siapa yang menjadi pemimpinnya. Yang kita sayangkan adalah Muna belum tersedia pupuk2 untuk menumbuhkan daerah dengan subur, lantaran perang pilkada ini. Sementara daerah lain, tengah berderap dan menyusun langka-langka bagaimana kemudian agar daerahnya makmur.
Atau mungkin kita akan menganggap sama saja, siapapun yang memimpin Muna itu sama saja. Tidak ada yang ideal. Pemikiran mereka masih kolot untuk membangun daerah.
Namun apapun itu, seharusnya kita sudahi. Sudahlah. Jika tetangga satu berebut kekuasaan karena ada tujuan untuk membangun daerah, namun kalah, maka satukanlah ide itu. Begitupun tetangga berikutnya. Initnya satukanlah gagasan itu. Tak perlu ada permusuhan, meskipun di Muna itu orang-orangnya sering dendam. Saya cukup tau karakter orang Muna, Jago, preman, pintar, namun tak berani keluar dan hanya dikandang sendiri. Lagian hanya satu dua orang saja. Itupun pimpinan KPK La Ode Muh. Syarif. Namun publik mengenalnya bukan orang Muna tapi Buton dan orang Makasar. Anehkan. Mereka lebih memilih peruntungan di daerah lain daripada di Muna sendiri. Pikir, siapa yang mau memajukan Muna, jika orang-orang baik dan pintarnya yang tidak pragmatis justru tak berpaling di Muna. Muna itu katanya orang-orangnya banyak yang pintar berpolitik, namun hanya dikandang saja. Itupun politik-politik tai kucing, kata Soe Hok Gie.
Saya orang Muna, namun saya tak memihak satu pun. Saya juga tak bermaksud menggurui siapapun. Ini hanya tanggapan. Jadi marilah menyongsong Kabupaten Muna yang lebih baik. Marilah kita sama2 memikirkan daerah Muna agar maju sedikit saja, nanti generasi muda yang akan melanjutkannya pada kemajuan yang lebuh besar.
Mari bersatu, sudahi kepentingan pribadi atau kelompok. Mari satukan gagasan dan ide agar Muna dapat sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia. Mari buang semua ego dan kehausan akan berkuasa dan cobalah satukan visi dan misi untuk Muna yang lebih baik.

                                                                                  Salam Dari Saya
                                                                                  La Ode Halaidin